|
SAYA MENGINGINKAN SELURUH DUNIA
PLUS 5% Catalan, Czech, Dansk, Deutsch, English, Español, Francais, Indonesian Polski, Portugues,Russian, Serbo-Croatian, Turkish, Urdu Fabian sangat bahagia karena dia
akan menyampaikan sebuah pidato ke masyarakat besok. Dia selalu menginginkan ke
Selama puluhan generasi, masyarakat terbiasa dengan sistem perdagangan barter. Seseorang akan menghidupi keluarganya dengan memproduksi semua yang mereka butuhkan ataupun mengkhususkan diri dalam perdagangan produk tertentu. Kelebihan dari yang dia produksi, akan dia tukarkan dengan kelebihan barang lain yang diproduksi orang lain. Pasar setiap hari ramai dan bersemangat, orang-orang berteriak dan melambaikan dagangannya. Sebelumnya pasar adalah tempat yang menyenangkan, tetapi sekarang jumlah orang terlalu banyak, pertengkaran pun semakin banyak. Tidak ada lagi waktu untuk ngobrol dan bercanda, sebuah sistem yang lebih baik mulai diperlukan.
Secara umum, orang-orang relatif bahagia, dan mereka menikmati buah dari hasil kerja keras mereka. Di setiap komunitas dibentuk sebuah pemerintahan yang sederhana yang tugasnya menjaga agar kebebasan dan hak setiap anggota masyarakat dilindungi dan untuk memastikan bahwa tak seorang pun akan dipaksa untuk melakukan hal yang tidak dia inginkan oleh siapapun juga.
INI ADALAH TUJUAN SATU-SATUNYA DARI PEMERINTAH (GOVERNMENT) DAN SETIAP ANGGOTA
PEMERINTAH DIPILIH SECARA SUKARELA OLEH ANGGOTA KOMUNITAS YANG ADA. Namun, ada masalah yang tidak bisa mereka selesaikan di perdagangan pasar sehari-hari… Apakah sebelah pisau senilai dengan dua keranjang jagung? Apakah seekor kerbau lebih berharga dari seekor ayam…? Orang-orang menginginkan sistem yang lebih baik. Fabian mengiklankan diri kepada masyarakat, “Saya punya solusi atas masalah barter yang kita alami, dan saya mengundang kalian semua untuk sebuah pertemuan publik besok harinya.” Besok harinya orang-orang pun
berkumpul di tengah
“Emas
yang saya produksi menjadi perhiasan adalah logam yang luar biasa. Dia tidak
akan berkarat, dan bisa bertahan sangat lama. Saya akan membuat emas dalam
bentuk koin dan kita akan menyebut setiap koin dengan nama dolar” Fabian
menjelaskan konsep tentang nilai, dan bahwa “uang” akan menjadi medium
pertukaran barang, sebuah sistem yang lebih baik daripada barter. Salah satu dari anggota pemerintah
bertanya “Tetapi orang tertentu bisa menambang emas sendiri dan membuat koin
untuk diri mereka sendiri” “Ini tidak boleh diterima” kata
Fabian. “Hanya koin-koin yang disetujui pemerintah yang boleh digunakan, dan
kita akan membuat stempel khusus di koin-koin tersebut.” Ini kedengarannya
masuk akal dan orang-orang pun mulai menyarankan agar setiap orang mendapatkan
sama banyak. “Tetapi saya yang paling pantas mendapatkan lebih” kata si pembuat
lilin. “Tidak, saya lah yang berhak mendapatkan lebih,” kata si petani. Dan
pertengkaran pun dimulai. Fabian membiarkan mereka bertengkar
selama beberapa saat, kemudian berkata, “Karena tidak ada kesepakatan di antara
kalian semua, biarlah saya yang menentukan angkanya buat Anda. Tidak ada
batasan berapa koin yang akan Anda dapatkan dari saya, semua tergantung kemampuan
Anda untuk membayar. Semakin banyak yang Anda
dapatkan, semakin banyak yang harus Anda kembalikan tahun depan.” “Lalu
apa yang akan kamu dapatkan?” kata salah satu pendengar. “Karena
saya yang menyediakan jasa ini, yaitu suplai uang, maka saya berhak mendapatkan
bayaran dari kerja kerasku. Untuk setiap 100 koin yang Anda dapatkan dari saya,
Anda akan membayarkan kembali kepadaku sebanyak 105 koin tahun depannya. 5 koin
ini adalah bayaranku, dan saya akan menyebutnya bunga.” Kedengarannya
tidak terlalu buruk, lagipula 5% sepertinya tidak banyak. Maka orang-orang pun
setuju. Mereka sepakat untuk bertemu seminggu kemudian dan memulai sistem baru
ini. Fabian
tidak membuang waktu. Dia membuat koin emas siang dan malam, dan seminggu
kemudian dia pun siap dengan koinnya. Orang-orang antri panjang di depan
tokonya. Setelah dicek dan disetujui oleh pemerintah, koin emas Fabian resmi
diedarkan. Sebagian
orang hanya meminjam sedikit koin, setelah itu mereka segera pergi ke pasar
mencoba sistem baru ini.
Masyarakat
segera menyadari sisi baik dari sistem ini, dan mereka pun mulai menilai harga
setiap barang dengan koin emas atau dolar. Orang-orang memberikan harga pada
dagangannya sesuai dengan usaha untuk memproduksi barang tersebut. Barang yang
mudah diproduksi harganya lebih rendah, dan barang yang sulit diproduksi
harganya lebih mahal.
Hal yang sama terjadi juga kepada para
kontraktor, operator transportasi, akuntan, petani, dan lainnya. Para pembeli
selalu memilih transaksi yang menurut mereka paling menguntungkan, mereka
memiliki kebebasan untuk memilih. Tidak ada perlindungan buatan semacam lisensi
ataupun cukai tarif untuk menghambat orang-orang memulai perdagangan. Standar
hidup masyarakat mulai meningkat, dan tak lama kemudian orang-orang pun tidak
bisa membayangkan sebuah sistem perdangan tanpa uang. Setahun kemudian, Fabian pun mulai mendatangi orang-orang yang berhutang kepadanya. Orang-orang tertentu memiliki koin emas lebih dari yang mereka pinjam, tetapi ini berarti ada orang lainnya yang memiliki lebih sedikit dari yang mereka pinjam, sebab jumlah koin yang dibuat pada awalnya memang terbatas jumlahnya. Orang-orang yang memiliki koin lebih membayar kepada Fabian dan juga 5% bunganya, tetapi mereka kemudian meminjam lagi kepadanya untuk melanjutkan sistem perdagangan di tahun mendatang.
Sebagian orang mulai menyadari
untuk pertama kalinya seperti apa rasanya hutang. Sebelum mereka bisa meminjam
kembali kepada Fabian, kali ini mereka harus menjaminkan aset-aset kepadanya,
dan mereka pun melanjutkan perdagangan selama setahun mendatang, mencoba
mendapatkan 5 koin lebih untuk setiap 100 koin yang mereka pinjam dari Fabian. Saat itu, belum ada seorang pun yang menyadari
bahwa seluruh masyarakat, sekalipun mengembalikan semua hutang koin mereka,
tetap tidak bisa melunasi hutang mereka kepada Fabian, karena kelebihan 5% koin
emas yang merupakan kewajiban mereka tidak pernah diedarkan oleh Fabian. Tak
seorang pun selain Fabian yang mengetahui bahwa adalah hal yang mustahil bagi masyaratkat ini untuk bisa melunasi
hutang mereka bila ditambahkan dengan bunga, uang yang tidak pernah dia
edarkan. Memang benar Fabian sendiri juga
membuat koin untuk dirinya sendiri dan koin ini akan beredar di masyarakat,
namun tidak mungkin dia sanggup mengkonsumsi 5% dari semua barang di
masyarakat. Di dalam toko emasnya, Fabian
memiliki sebuah ruang penyimpanan yang sangat kuat, dan sebagian masyarakat
merasa lebih aman kalau menitipkan koin emas mereka kepada Fabian untuk
disimpan. Fabian akan menagih sejumlah uang tertentu sebagai jasa penyimpanan
untuk orang-orang tersebut. Sebagai bukti atas
deposit emas mereka, Fabian memberikan mereka selembar kertas kwitansi.
Orang-orang
yang membawa kwitansi dari Fabian ini bisa menggunakan kertas ini untuk membeli
barang sama halnya seperti menggunakan koin emas. Dan lama-kelamaan
kertas-kertas ini beredar di masyarakat sebagai uang sama seperti koin emas. Tak
lama kemudian, Fabian menemukan bahwa kebanyakan
orang tidak akan menukarkan kembali kwitansi deposit mereka dengan koin emasnya. Dia pun
berpikir, “Saya memiliki semua emas di sini dan saya masih juga bekerja sebagai
tukang emas. Ini benar-benar tak masuk akal. Memang benar, emas-emas mereka
bukan milikku, tetapi emas-emas itu ada di dalam gudangku, dan itulah yang
penting. Saya tidak perlu membuat koin sama sekali, saya bisa menggunakan
koin-koin yang dititipkan kepadaku. Mulanya Fabian sangat hati-hati,
dia hanya meminjamkan sebagian kecil dari emas yang dititipkan orang kepadanya.
Lama-kelamaan, karena terbukti tidak ada masalah, dia pun meminjamkan dalam
jumlah yang lebih besar. Suatu hari, seseorang mengajukan
sebuah pinjaman yang nilainya sangat besar. Fabian berkata kepadanya “daripada
membawa koin emas dalam jumlah sebesar itu, bagaimana kalau saya menulis
beberapa lembar kwitansi emas kepadamu sebagai bukti depositmu kepadaku.” Orang
itu pun setuju. Dia mendapatkan hutang yang dia inginkan tetapi emasnya tetap
di gudang Fabian! Setelah orang itu pergi, Fabian pun tersenyum, dia bisa
meminjamkan emas kepada orang sambil mempertahankan emas di gudangnya sendiri. Baik
teman, orang tak dikenal, maupun musuh, membutuhkan uang untuk melanjutkan
perdagangan mereka. Selama orang-orang bisa memberikan jaminan, mereka bisa
meminjam sebanyak yang mereka butuhkan. Dengan hanya menuliskan kwitansi,
Fabian bisa meminjamkan emas-emasnya senilai beberapa kali lipat dari yang
sebenarnya dia miliki. Segalanya akan
baik-baik saja selama orang-orang tidak menukarkan kwitansi deposit emas mereka
kepada Fabian. Fabian
memiliki sebuah buku yang menunjukkan debit dan kredit dari setiap orang.
Bisnis simpan-pinjam ini benar-benar sangat menguntungkan baginya.
Status
sosial Fabian di masyarakat meningkat secepat ke Tukang emas dari kota lain mulai
penasaran tentang rahasia Fabian dan suatu hari mereka pun mengunjunginya. Fabian memberitahu apa yang dia lakukan, dan menekankan
kepada mereka pentingnya kerahasiaan dari sistem ini.
Seandainya
skema ini terekspos, bisnis mereka pasti akan ditutup, jadi mereka sepakat
untuk menjaga kerahasiaan bisnis ini. Masing-masing
tukang emas ini kembali ke Orang-orang
menerima kwitansi emas sama seperti emas itu sendiri, dan banyak emas yang
masyarakat pinjam yang akan dititipkan kembali kepada Fabian. Ketika seorang
pedagang ingin membayar kepada pedagang lainnya, mereka bisa menuliskan sebuah
instruksi kepada Fabian untuk memindahkan uang dari rekening mereka kepada
rekening lainnya, yang akan dilakukan oleh Fabian dengan mudah dalam beberapa
menit. Sistem
ini menjadi sangat populer, dan kertas instruksi ini pun mulai dikenal dengan
sebutan “cek.” Pada suatu malam, para tukang emas
dari berbagai kota ini mengadakan sebuah pertemuan rahasia dan Fabian
mengajukan sebuah rencana baru. Besok harinya
mereka rapat dengan pemerintah dan Fabian berkata, “Kertas kwitansi kami telah
menjadi sangat populer. Tak perlu diragukan, Anda para wakil rakyat juga
menggunakan mereka dan manfaatnya jelas-jelas sangat memuaskan. Namun, sebagian
kwitansi ini telah dipalsukan oleh orang-orang. Hal ini harus dihentikan!” Para anggota pemerintah pun mulai
khawatir. “Apa yang bisa kami lakukan? Tanya
mereka. Jawaban Fabian “Pertama-tama, adalah tugas dari pemerintah untuk
mencetak uang kertas dengan desain dan tinta yang unik, dan masing-masing uang
kertas ini harus ditandatangani oleh Gubernur. Kami para tukang emas akan
dengan senang hati membayar biaya cetak ini, ini juga akan menghemat banyak
waktu kami untuk menulis kwitansi.”
“Yang
kedua”, kata Fabian, “sebagian orang juga pergi menambang emas dan membuat koin
emas mereka sendiri. Saya menyarankan agar dibuat sebuah hukum agar setiap
orang yang menemukan emas harus menyerahkannya. Tentu saja, mereka akan
mendapat ganti rugi koin yang saya buat dan uang kertas baru.” Ide ini pun mulai dijalankan. Pemerintah mencetak uang kertas baru dengan pecahan $1, $2,
$5, $10, dan lainnya. Biaya cetak yang rendah ini dibayarkan oleh parang tukang
emas.
Kebanyakan
orang mengira Fabian meminjamkan kembali uang yang dititipkan kepadanya. Karena
dia meminjamkan kepada orang lain dengan bunga 5%, dan dia membayar para
deposan 3%, maka keuntungan Fabian adalah 2%. Orang-orang pun berpikir jauh
lebih baik mendapatkan 3% daripada membayar Fabian untuk menjaga emas (uang)
mereka, dan mereka pun tertarik. Volume
tabungan meningkat dengan cepat di gudang Fabian. Dia bisa meminjamkan uang kertas
$200, $300, $400, bahkan sampai sampai $900 untuk setiap $100 yang dia dapatkan
dari deposan. Dia harus berhati-hati dengan ratio 9:1 ini, sebab menurut
pengalamannya, memang ada 1 dari setiap 9 orang yang akan menarik emas mereka.
Bila tidak ada cukup uang saat diperlukan, masyarakat akan curiga. Dengan
demikian, untuk $900 dolar pinjaman yang diberikan Fabian, dengan bunga 5% dia
akan mendapatkan kembali $45. Ketika pinjaman + bunga ini dilunasi, Fabian akan
membatalkan $900 di kolom debit pembukuannya dan sisa $45 ini adalah miliknya.
Dia dengan senang hati akan membayar bunga $3 untuk setiap $100 yang dititipkan
deposan kepadanya. Artinya, keuntungan riil dari Fabian adalah $42! Bukan $2
yang dibayangkan kebanyakan orang. Suatu hari seseorang pergi menemui Fabian.
“Bunga yang Anda tagih ini salah,” katanya. “Untuk setiap $100 yang Anda pinjamkan, Anda meminta $105 sebagai
kembalinya. $5 extra ini tidak mungkin bisa dibayarkan karena mereka bahkan
tidak eksis.
“Untuk
setiap $100 yang kamu pinjamkan, kamu seharusnya mengedarkan $100 kepada sang
peminjam dan $5 untuk kamu belanjakan, jadi total uang yang beredar memungkinan
si peminjam untuk membayar” Fabian
mendengarkan dengan tenang dan menjawab, “Dunia finansial adalah subjek yang
rumit, anak muda, butuh waktu bertahun-tahun untuk memahaminya. Biarkan saya
saja yang memikirkan masalah ini, dan kamu mengurus urusanmu saja. Kamu harus
belajar untuk menjadi lebih efisien, meningkatkan produksimu, memotong ongkos
pabrikmu dan menjadi pengusaha yang lebih cerdas. Saya siap membantu untuk
urusan itu.” Orang
ini pun pergi meninggalkan Fabian, tetapi hatinya masih juga bimbang.
Sepertinya ada yang tidak beres dengan sistem kerja Fabian, dan pertanyaan yang
dia ajukan masih belum dijawab.
Pada suatu ketika, orang-orang
akhirnya mulai berdemonstrasi, hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebagian orang tidak sanggup melunasi hutang mereka dan
menjadi miskin. Teman dan saudara mereka pun tidak sanggup untuk menolong.
Mereka lupa ke Sebagian
kecil orang di masyarakat yang kelebihan uang mulai membentuk perusahaan mereka
sendiri untuk meminjamkan uang mereka. Mereka menagih bunga 6% atas uang
mereka, lebih baik dari 3% yang ditawarkan oleh Fabian. Namun orang-orang ini
meminjamkan uang mereka sendiri, tidak seperti Fabian yang bisa meminjamkan
uang / menciptakan kredit tanpa modal.
“Peraturan
ini adalah perampokan yang dilegalkan. Mengambil sesuatu dari seseorang, dengan
menentang keinginan dari orang yang bersangkutan, apapun tujuannya, tidaklah
berbeda dengan mencuri darinya.” Namun
orang-orang tak berdaya karena bila tidak membayar mereka akan dimasukkan ke
dalam penjara. Program sosial ini selama beberapa waktu memang membantu
keadaan, tetapi tak lama kemudian masalah kemiskinan muncul kembali dan uang
yang diperlukan untuk menjalankan sistem ini pun terus bertambah. Ongkos sosial
terus meningkat, demikian juga dengan skala pemerintahan. Kebanyakan
wakil rakyat adalah orang-orang yang tulus melakukan pekerjaan mereka dengan
benar. Mereka pun tidak menyukai gagasan terus-menerus meminta uang dari
masyarakat. Akhirnya, mereka mencari pinjaman dari Fabian dan kawan-kawannya.
Mereka bahkan tidak mengetahui bagaimana mereka bisa membayar. Orang tua mulai
tidak sanggup membayar biaya sekolah anak-anaknya. Sebagian orang tidak sanggup
membayar biaya dokter dan obat-obatan. Operator transportasi pun mulai gulung
tikar. Satu
demi satu usaha diambil alih pemerintah. Guru, dokter, dan banyak pekerjaan
lainnya mulai menjadi tanggung jawab pemerintah.
Tidak
banyak ruang untuk inisiatif, sedikit penghargaan atas usaha pribadi,
pendapatan mereka relatif tetap dan naik pangkat terjadi hanya kalau atasan
mereka pensiun ataupun mati.
Di
tengah keputusasaan, pemerintah akhirnya meminta nasehat dari Fabian. Mereka
menganggapnya sebagai orang bijak dan selalu memiliki solusi atas permasalahan
uang. Fabian mendengar keluhan dari pemerintah dan akhirnya menjawab, “Banyak
orang yang tidak bisa menyelesaikan persoalan mereka, mereka membutuhkan orang
lain untuk melakukannya. Tentu Anda setuju bahwa semua orang berhak atas
kebahagiaan dan berhak atas semua kebutuhan pokok mereka bukan? Satu-satunya
cara untuk menyeimbangkan situasi adalah mengambil dari yang Selesai
memberikan nasehat, Fabian pun tidak lupa mengingatkan pemerintah, “Hm, jangan
lupa Anda masih berhutang kepada saya. Tetapi baiklah, saya akan membantu Anda.
Sekarang Anda hanya perlu membayar bunga kepada saya, Anda bisa menunda
pembayaran hutang pokok kepada saya.” Pemerintah
mempercayai Fabian, dan mereka pun segera memperkenalkan pajak penghasilan,
semakin banyak yang Anda dapatkan, semakin tinggi pajak yang Anda bayarkan. Tak
seorang pun anggota masyarakat yang setuju. Namun, sama seperti sebelumnya,
mereka harus membayar atau masuk penjara. Pedagang
lagi-lagi harus menaikkan harga jual barangnya.
Pengaturan
tarif dan perlindungan mulai diterapkan untuk menyelamatkan industri-industri
tertentu dari kebangkrutan dan menyediakan lapangan kerja. Sebagian orang mulai
bertanya-tanya apakah tujuan dari kegiatan produksi ekonomi adalah untuk
memproduksi barang atau hanya untuk menyediakan lapangan kerja. Seiring
memburuknya keadaan, orang-orang mulai mengendalikan upah pegawai, kontrol
biaya, dan segala macam kontrol-kontrol lainnya. Pemerintah pun berupaya
mendapatkan lebih banyak uang lewat pajak penjualan, pajak penghasilan, dan
pajak-pajak yang lain. Sebagian orang mulai memperhatikan bahwa sejak petani menaman
padi sampai beras sampai ke tangan Ibu rumah tangga, ada lebih dari 50 jenis
pajak yang sudah dibayarkan. “Pakar”
mulai muncul dan sebagian mulai terpilih untuk bekerja di pemerintahan, namun
tahun demi tahun berlalu dan mereka tidak berhasil menyelesaikan permasalahan
apapun, kecuali bahwa pajak perlu “disesuaikan” yang mana dalam kebanyakan
kasus artinya harus dinaikkan. Fabian
mulai menuntut pembayaran atas bunga pinjamannya, dan semakin lama semakin
banyak porsi pajak yang digunakan untuk membayar kepadanya. Kemudian
mulai muncul apa yang disebut dengan partai politik, orang-orang di masyarakat
mulai berargumentasi partai mana yang orang-orangnya bisa menyelesaikan
permasalahan mereka. Mereka mulai bertengkar mengenai personalitas, idealisme,
lambang partai dan berbagai hal lainnya kecuali asal muasal permasalahan
mereka.
Di Secara
perlahan-lahan ke Kebanyakan
orang yang menentang sistem ini bisa dibuat diam dengan tekanan finansial,
ataupun dengan ejekan publik. Untuk melakukan ini Fabian dan kawan-kawan
membeli kepemilikan dari semua koran, TV, dan radio dan menyeleksi orang-orang
apa yang boleh bekerja di dalamnya. Kebanyakan dari orang-orang ini sebenarnya
benar-benar ingin memperbaiki keadaan, tetapi mereka tidak menyadari bagaimana
mereka sedang diperalat. Solusi mereka selalu terarah kepada akibat dari
masalah, bukan penyebab dari masalah.
Rencana
Fabian sudah hampir selesai, seluruh negara saat ini berhutang kepadanya.
Melalui pendidikan dan media, dia mengendalikan pikiran masyarakat. Orang-orang
hanya akan berpikir sejauh yang dia inginkan. Setelah
seseorang memiliki jauh lebih banyak uang dari yang sanggup dia gunakan, apa
lagi yang akan menyenangkan hatinya? Bagi mereka yang memiliki mentalitas
menguasai, jawabannya adalah kekuasaan, kekuasaan mutlak atas kemanusiaan. Kebanyakan
tukang emas akhirnya mengarah ke Mereka
percaya mereka adalah kelompok superior atas lainnya. “Adalah hak dan kewajiban
kami untuk mengatur. Masyarakat tidak tahu apa yang baik untuk mereka. Mereka
perlu dikendalikan dan diatur. Mengatur adalah takdir dari kami.”
Institusi
ini tampak sebagai badan yang meregulasikan suplai uang dan merupakan bagian
dari pemerintah. Tetapi anehnya, tidak ada wakil pemerintah yang diizinkan
untuk duduk di badan Direktur di dalamnya. Pemerintah
tidak lagi meminjam secara langsung dari Fabian, pemerintah sekarang meminjam
dengan cara menerbitkan Secara
tidak langsung, dialah yang mengendalikan pemerintah. Tidak penting siapa yang
terpilih sebagai wakil rakyat di pemerintahan. Fabianlah yang memegang kendali
atas uang, darah dan nyawa dari perdagangan sebuah bangsa. Pemerintah
selalu mendapatkan uang yang mereka inginkan, tetapi bunga selalu dikenakan
pada setiap pinjaman. Semakin lama semakin banyak orang yang memerlukan bantuan
sosial pemerintah, dan tak lama kemudian pemerintah sadar bahwa mereka
kesulitan bahkan hanya untuk membayar bunga saja, apalagi hutang pokok. Sebagian
orang mulai bertanya, “Uang adalah sistem yang diciptakan manusia. Bukankah
seharusnya sistem ini bisa diubah agar uang menjadi pelayan, bukan sebaliknya?”
Namun semakin lama jumlah orang-orang ini semakin sedikit dan suara mereka
hilang di tengah sebuah masyarakat yang tidak lagi peduli. Pemerintahan
berubah, partai yang berkuasa juga bisa berubah, namun kebijakan utama tidak.
Tidak masalah siapa yang menjadi pemerintah, rencana besar Fabian semakin lama
semakin mendekati kenyataan dari tahun ke tahun. Kebijakan pemerintah tidak
lagi ada artinya. Rakyat mulai dikenai pajak mendekati ambang batas mereka,
mereka tidak lagi sanggup membayar. Waktunya sudah hampir matang bagi Fabian
untuk aksi finalnya. 10%
dari suplai uang masih dalam bentuk uang kertas dan koin. Ini harus dimusnahkan
sama sekali tetapi tidak boleh menimbulkan kecurigaan publik. Selama masyarakat
masih memiliki uang (kertas maupun koin), mereka bebas untuk membeli dan
menjual sesuka hati mereka, mereka masih memiliki sedikit kontrol atas
kehidupan mereka.
Tidaklah
selalu nyaman untuk membawa uang tunai dan koin. Cek juga tidak bisa diterima bila
sudah keluar dari sebuah komunitas tertentu. Oleh karena itu, sebuah sistem
yang lebih baru perlu dipikirkan. Sekali lagi Fabian memiliki jawabannya.
Organisasinya akan menerbitkan sebuah kartu plastik yang memiliki data
pemegangnya: nama, foto, dan nomor penduduk.
Saat
kartu ini akan digunakan, pedagang akan menyambungkan komputernya untuk
mengecek kredit dari kartu tersebut. Seandainya tidak ada masalah, pemegang
kartu ini boleh membeli barang seharga limit tertentu. Awalnya
orang akan diizinkan untuk berhutang sedikit. Seandainya uang ini dibayarkan
dalam sebulan, maka tidak ada bunga yang perlu dibayarkan. Ini tidak masalah
untuk kelas pegawai, tetapi bagaimana ini bisa berlaku juga untuk para pedagang
dan pengusaha? Mereka harus mempersiapkan mesin-mesin, kemudian menjalankan
proses manufaktur dari barang yang akan mereka produksi, membayar gaji pegawai,
menjual barang dagangannya dan membayar kembali hutang mereka. Bila melewati
satu bulan, mereka akan dikenai bunga 1.5% per bulan dari nilai hutang mereka.
Total 18% setahun. Pengusaha
tidak memiliki jalan lain selain menambahkan 18% ke dalam nilai jual dagangan
mereka. Namun kelebihan uang / kredit (18%) ini tidak pernah dipinjamkan kepada
siapapun. Di seluruh negeri, para pengusaha disuruh menjalani misi mustahil
untuk membayar kembali $118 untuk setiap $100 yang mereka pinjam, tetapi
kelebihan $18 ini tidak pernah diedarkan oleh Bank sejak awal. Namun
Fabian dan kawan-kawan menikmati status yang semakin penting di masyarakat.
Mereka menjadi orang-orang penting yang terhormat. Pengumuman dan pendapat mereka
tentang finansial dan ekonomi bahkan bisa disetarakan dengan sabda suci
spiritual. Di
bawah beban bunga yang terus bertambah, banyak perusahaan kecil menengah yang
mulai bangkrut. Lisensi-lisensi khusus diperlukan untuk menjalankan
operasi-operasi tertentu, jadi perusahaan-perusahaan yang tersisa memiliki
semakin banyak hambatan dalam berusaha. Fabian memiliki dan mengendalikan semua
perusahaan besar beserta ratusan anak perusahaan mereka. Perusahaan-perusahaan
itu tampak seperti saingan satu sama lain, tetapi dialah yang ada di balik
semua perusahaan itu. Fabian
menginkan kartu plastik ini untuk menggantikan semua uang kertas dan koin.
Rencananya adalah saat semua uang kertas dan koin ditarik, hanya bisnis yang
menggunakan kartu komputerlah yang akan beroperasi. Dia
mengetahui bahwa suatu ketika orang-orang akan kehilangan kartu mereka dan
tidak bisa membeli ataupun menjual sebelum identitas mereka bisa dibuktikan.
Dia ingin agar dibuatkan sebuah hukum : sebuah hukum yang mengharuskan semua
orang untuk memiliki sebuah nomor identifikasi yang ditato di dalam tangan
mereka. Nomor ini cuma akan terlihat dengan sinar tertentu, yang dihubungkan
dengan komputer. Setiap komputer akan dihubungkan dengan sebuah komputer pusat
yang memungkinan Fabian mengetahui segala transaksi mengenai semua orang… * * * Terminologi
yang digunakan saat ini untuk melukiskan sistem finansial di atas adalah “Fractional Reserve Banking.” (Cadangan Terbatas
Perbankan). Cerita yang Anda baca di atas,
tentu saja, adalah fiksi. Namun, bila Anda merasa terganggu
karena cerita ini sangat mirip dengan kenyataan hidup kita, dan Anda ingin
mengetahui siapa Fabian ini sebenarnya dalam kehidupan nyata, titik mulai yang
baik untuk Anda pelajari adalah para tukang emas di Inggris pada abad 16 dan 17
Masehi. Sebagai
contoh, Bank of England didirikan
pada tahun 1694. Raja William saat itu berada dalam kesulitan finansial yang
besar karena perang melawan Perancis. Bunga
yang dikenakan adalah 8%. Jangan lupa bahwa di Magna Carta sebenarnya dikatakan bahwa mengenakan dan mengumpulkan
bunga (riba) atas pinjaman akan dikenakan hukuman mati. Raja William dipaksa
memberikan izin kartel resmi kepada para tukang emas, sebuah hak untuk
menciptakan kredit. Sebelum
itu, operasi untuk menerbitkan lebih banyak kwitansi emas daripada emas yang
sebenarnya dimiliki adalah tindakan ilegal. Namun sejak izin kartel itu keluar,
tindakan itu menjadi legal. Di
tahun 1694, W.Petterson mendapatkan hak kartel atas Bank of England.
* * * |